"Pena pinkku tlah mengoreskan kedalam secarik kertas catatan kecil dan kini siap kudesign sedemikian rupa pola miniaturnya utk menjadi sebuah ukiran yg indah.... ^^,". Barokallahufikum ^^

Kamis, 23 Agustus 2012

Fathimah Radiyallahu ‘anha Memahami Arti Jilbab yang Sesungguhnya



Fathimah Radiyallahu ‘anha Memahami Arti Jilbab yang Sesungguhnya

Bismillaahirrahmaaniirrahiim. Alhamdulillahiladzi anzala ‘alaa ‘abdihil kitaab wa lam yaj alahu iwaja. Asyahdu ana ilaha illa Allah, wahdahula syarikalahu wa asyahadu anna muhammadan abduhu wa rasululuh laanabiya ba’da. Allahuma sholli alaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa sohbihi wa saliimu taslima.

Adakah kaum muslimin dan muslimah yang tak mengenal sosok Fathimah binti Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam? Rasanya tak mungkin! Beliau radiyallahu’anha satu-satunya putri Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yang hidup mendampingi beliau hingga wafatnya beliau ke Rafiqil a’la.1 Fathimah az-Zahra radiyallahu’anha adalah ratu bagi para wanita di surga (Sayyidah nisa ahlil jannah). Pemahaman beliau tentang arti jilbab yang sesungguhnya sangat layak untuk disimak dan direnungi oleh para muslimah yang sangat merindukan surga dan keridhaan RabbNya. Sudah sempurnakah kita menutup aurat kita seperti apa yang difahami Shahabiyah?

Wahai saudariku muslimah yang merindukan surga Firdaus al-A’la…Shahabiyah yang mulia ini memandang buruk terhadap apa yang di lakukan wanita terhadap pakaian yang mereka kenakan yang masih menampakkan gambaran bentuk tubuhnya. Apa yang beliau tidak sukai itu beliau sampaikan kepada Asma radiayallahu’anha sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Ummu Ja’far bahwasanya Fatimah binti Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berkata:
“Wahai Asma’! Sesungguhnya aku memandang buruk apa yang dilakukan oleh kaum wanita yang mengenakan baju yang dapat menggambarkan tubuhnya.” Asma’ berkata : ‘”Wahai putri Rasulullah maukah kuperlihatkan kepadamu sesuatu yang pernah aku lihat di negeri Habasyah?” Lalu Asma’ membawakan beberapa pelepah daun kurma yang masih basah, kemudian ia bentuk menjadi pakaian lantas dipakai. Fatimah pun berkomentar: “Betapa baiknya dan betapa eloknya baju ini, sehingga wanita dapat dikenali (dibedakan) dari laki-laki dengan pakaian itu. Jika aku nanti sudah mati, maka mandikanlah aku wahai Asma’ bersama Ali (dengan pakaian penutup seperti itu ) dan jangan ada seorangpun yang menengokku!” Tatkala Fatimah meninggal dunia, maka Ali bersama Asma’ yang memandikannya sebagaimana yang dipesankan.

Syaikh Albani rahimahullah berkata : Perhatikanlah sikap Fatimah radiyallahu anha yang merupakan bagian dari tulang rusuk Nabi shalallahu alaihi wassalam bagaimana ia memandang buruk bilamana sebuah pakaian itu dapat mensifati atau menggambarkan tubuh seorang wanita meskipun sudah mati, apalagi jika masih hidup, tentunya jauh lebih buruk. Oleh karena itu hendaklah kaum muslimah zaman ini merenungkan hal ini, terutama kaum muslimah yang masih mengenakan pakaian yang sempit dan ketat yang dapat menggambarkan bulatnya buah dada, pinggang, betis dan anggota badan mereka yang lain. Selanjutnya hendaklah mereka beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya”

Wahai ukhti muslimah yang dirahmati Allah,…benarlah apa yang dikatakan oleh Syaikh Albani rahimahullah. Fitnah yang melanda kaum muslimah begitu deras dan hebat.Jika Fathimah radiyallahu’ anha saja tidak rela jasadnya tergambar bentuk tubuhnya tentulah dapat kita fahami bagaimana beliau mengenakan jilbab di masa hidupnya. Karena beliau sangat memahami perintah jilbab dengan pemahaman yang benar dan sempurna. Pemahaman beliau yang sangat mendalam ini jelas tersirat dari ketidaksukaannya yang beliau pandang sebagai suatu keburukan apabila seorang wanita memakai pakaian yang dapat menggambarkan lekuk tubuhnya.

Lalu bandingkanlah dengan apa yang dikenakan oleh sebagian kaum muslimah dewasa ini sangat jauh dari apa yang disyariatkan oleh Rabb mereka. Jauh panggang dari api.Mereka menisbahkan pakaian wanita dengan kerudung ala kadarnya yang sekedar menutupi leher-leher mereka tidak sampai menutupi dada dengan nama pakaian islami atau jilbab. Dan ironisnya yang memakainyapun merasa bahwa apa yang mereka pakai itu sudah benar karena melihat para artis di TV mengenakan yang demikian itu jadilah pakaian trendy ini menyebar begitu cepat dan menjadi pakaian pilihan utama mereka.

Bahkan tentu terkadang kita melihat saudari kita yang memakai busana muslimah yang justru menambah fitnah karena nampak jelasnya lekuk tubuh mereka dengan penutup kepala yang melilit di leher (sehingga jenjang atau tidaknya bentuk leher terlihat sangat jelas) dan hanya sampai di bagian pundak saja tidak sampai ke dada disambung dengan pakaian ketat yang menggambarkan bentuk payudara mereka kemudian celana ketat yang menambah jelas lekukan tubuh mereka.

Ada juga yang memakai abaya (gamis/pakaian terusan) memilih ukuran yang ketat daripada ukuran besar dan lapang dengan alasan agar nampak cantik dan modis! Sebagian adapula yang memakai penutup kepala dengan menyanggul rambut-rambut mereka hingga ketika mereka berjalan dapat dilihat dengan jelas ikatan rambut tersebut, karena sangat kecilnya penutup kepala yang mereka pakai maka merekapun mengikat rambut tersebut agar tidak menyembul keluar. Bukankah apa yang mereka pakai itu semua justru yang semestinya mereka jauhi karena Rasulullah shalallahu alaihi wassalam telah bersabda :

“Pada akhir ummatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakaian namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti terdapat bongkol (punuk) onta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka itu adalah kaum wanita yang terkutuk.”
Di dalam hadits lain terdapat tambahan :
“Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan memperoleh baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan (jarak) sekian dan sekian.”
Kemudian lihatlah penjelasan dari Ibnu Abdil Barr rahimahullah ia berkata: “Yang dimaksud Nabi shalallahu alaihi wassalam adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat mensifati (menggambarkan) bentuk tubuhnya dan tidak dapat menutup atau menyembunyikannya. Mereka itu tetap berpakaian namanya, akan tetapi hakekatnya telanjang.”

Dari Ummu Alqamah bin Abu Alqamah bahwa ia berkata : “Saya pernah melihat Hafshah bin Abdurrahman bin Abu Bakar mengunjungi ‘Aisyah dengan mengenakan khimar(kerudung) tipis yang dapat menggambarkan pelipisnya, lalu ‘Aisyah pun tak berkenan melihatnya dan berkata : “Apakah kamu tidak tahu apa yang telah diturunkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dalam surat An Nuur?!” Kemudian ‘Aisyah mengambilkan khimar untuk dipakaikan kepadanya.

Syaikh Albani menjelaskan perkataan Aisyah radiyallahu anha : Apakah kamu tidak tahu tentang apa yang diturunkan oleh Allah dalam surat An-Nuur? Mengisyaratkan bahwa wanita yang menutupi tubuhnya dengan pakaian yang tipis pada hakikatnya ia belum menutupi tubuhnya dan juga belum melaksanakan firman Allah Subahnahu wa ta’ala yang ditunjukkan oleh Aisyah radiyallahu anha yaitu “Dan hendaklah kaum wanita menutupkan khimar/kerudung pada bagian dada mereka”

Tidakkah kita melihat perbedaan yang sangat jauh antara generasi Shahabiyah dengan kita? Mereka benar-benar menjadikan jilbab sebagai penutup tubuh dan aurat sebagai bentuk ketaatan pada perintahNya sedangkan kita justru sebaliknya menjadikan jilbab sebagai pembuka fitnah kecuali wanita-wanita yang dirahmati Allah. Jilbab yang difahami shahabiyah sebagai pakaian yang lapang (lebar) yang menutupi tubuh dari atas kepala hingga ujung kaki sedangkan kaum muslimah sekarang menganggap jilbab adalah secarik kain yang digunakan untuk menutupi rambut mereka saja sedangkan bagian-bagian lainnya mereka tutupi dengan bahan yang ala kadarnya yang tidak bisa dikatakan menutupi aurat apalagi menutupi lekuk tubuh mereka. Kepada Allahlah kita memohon pertolongan semoga kaum kita mau kembali kepada Rabb mereka dan berusaha untuk menunaikan apa yang diperintahkan Allah dan rasulNya secara sempurna dan menyeluruh. Sebagaimana firmanNya:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu (Al-Baqarah :208). 

Wallahu’alam bish-shawwab.

--------------------------------------------------------------------
Artikel ini telah di cek oleh : Ustadz Muhammad Elvy Syam Lc.
Sumber Rujukan :
Jilbab Wanita Muslimah menurut Al-Qur’an dan Sunnah, Syaikh Nashiruddin Al-Albani,Pustaka Tibyan,Solo.
Ringkasan Shahih Muslim, Imam Al-mundziri, Pustaka Amani, Jakarta.
Mengenal Shahabiyah Nabi Shalallahu alaihi wassalam, Mahmud al-Istanbuli, Pustaka Tibyan, Solo.

Jeritan ANAK GAZA untuk kita: :




Jeritan ANAK GAZA untuk kita: :

“Wahai saudaraku dimana kalian, apakah kalian tak peka dgn rintihan kami, luka kami, dan perjuangan kami melawan kerasnya zionis ini. Titik darah telah kami pertaruhkan hingga nyawa pun tergadaikan tapi DIMANA KALIAN, DIMANAAAAAA…???????? T_T
Kami membutuhkan kalian,,
Kami ingin bebas, kami ingin lepas dari semuanya..
Dentuman bom  terus bermunculan hingga suatu saat dapat menghunjam jantung kami..
Tubuh menjadi beku ketika melawan kebiadaban para laknatullah…
Hanya setetes luka yg kami torehkan tp itu pun sudah menjadi kering…
Tapi itu tak berarti apa2 buat kami karna yg kami butuhkan hanyalah senandung doa dari saudaraku seiman semuanya..
Semoga kami ditempatkan ditempat yg indah disisi ALLAH selalu bersamaNYA, disurga nanti..
Aamiin Allahumma Aamiin..
=======================

PALESTiNA….!!!
Disana……
Ada Masjidil Aqsha peninggalan sejarah budaya dan peradaban dunia,,
Apakah kita tdk merasakan…???
Satu titik pentingnya..

Apakah semuanya tlah membutakan mata, menutup telinga dan mematikan rasa sehingga akal pikir menjadi tumpul di kebekuan rasa mendengar jeritan mereka..
Hati bertanya…..???
Ketika rasa kemanusiaan sudah terinjak diatas sebuah kezaliman..
Yach sebuah kezaliman yang akan terus menerus merobek hingga kebilik dasar..

Selalu bibir ini menjadi kelu ketika saya membaca artikel tentang palestina, tentang mereka..!!!
Astagfirullah T,T

Minggu, 19 Agustus 2012

Eid Mubarak


Sahabat Blogger......

Taqabalallahu minna waminkum.
Wa ja'alanallahu minal aidzin wal faidzin.
Selamat mendapatkan kemenangan di Idul Fitri 1433 H
Mohon maaf lahir & bathin,

Eratkan Silaturrahmi dan Ukhuwah kita
Semoga Allah memberikan BarokahNYA di hari kemenangan ini. ^^


Kamis, 02 Agustus 2012

Yaa Robbi


coba menyapa
uji melanda
goda menantang
kaki pincangku, terjang ilalang




hatiku miris
tangisku menjerit
asaku senyap




dadaku pengap
sesak nafasku
megap tiada tanggap




peluk amuk rasa
lenyapkan diri asli
senyap dalam ketiadaan
hangus
sirna
dalam kotoran debu lumpurnya
kutangkap fajar memancar sinar
cahaya datang pagiku terang
gelap kamarku biaskan derang




Ya Allah
Engkaulah cinta sejati
kemana harus berlari
tiada tempat utk berpaling
tiada batas mendinding
harum wangi semerbak
luapkan cinta menyeruak




-Fatma Elly, 16 April 2010-

"Bahagia itu... Bukan hanya sekedar Teory"




Bismillah
Sobat menurutmu apa arti dan makna dari sebuah kebahgiaan..???
Mungkin banyak statement yang mengatakan bahagia itu adalah bla bla bla…, 
bahagia ini adalah bla bla bla….,,
Dan jika dikumpulkan pendapat dari 1, 2, 3 orang atau lebih dari itu kemungkinan pendapatnya bisa dan pasti berbeda2 



Mengapa bisa demikian????
Yaaa tentunya kebahagian itu sesuai dgn porsi yang ada didalam dirinya dan keinginan yang ada didadanya. 
Kalau kita katakan bahwa kebahagian itu adalah begini dan begitu, tapi kenyataannya pasti apa yg kita sampaikan itu bisa berbeda dgn org laen.. Mengapa bisa begitu, ya itu dia yg saya katakan tadi bahwa rasa kebahagiaan itu sendiri sebenarnya sangat simple dan relatif sejauh mana hati kita nyaman dan tentram dgn keadaan yang ada disekeliling kita.

Bahagia itu soal hati...
Maka carilah ilmu hati...
Hingga kau akan bahagia selalu dalam segala kondisi. 
Bila saat ini pemikiran yang ada dibenakmu mengatakan bahwa SABAR, TAWAKAL, KHUSNUDZON, IKHTIAR dan SYUKUR hanya bisa dikatakan dgn TEORY maka dgn ini hapuskan ucapan itu didalam pikiran kita dan rubah lha setiap sudut pemikiran itu.
Karna Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi umatNYA.

Mulai kini..
Upgrade Iman dan Hati kita supaya kita bisa menemukan kebahagian yang kita cari.

Tak perlu merisauhkan segala hal karna…
Akan ada hari dimana sepi dan sunyi ketika itu tdk saling mengenali,
karna mereka tlah bersama dgn bahagianya masing2..
Tau kah kau mengapa demikian???
Karna kini dirimu telah menemukannya...
Apakah itu............................?????????
ialah
Kedamaian Hatimu..

Salam Bahagia °\(^▿^)/° ♥

Ayu Andini